Umat Islam Shalat di Kubah Galvalum

Umat Islam Shalat di Kubah Galvalum

Umat Islam Shalat di Kubah Galvalum

Untuk pertama kalinya mulai sejak dimulainya krisis Marawi, Umat Islam Shalat di Kubah Galvalum didalam Islamic Center disana pada hari Jumat.
Doa jama’ah hari Jumat di pimpin oleh direktur polisi Kota Marawi, Supt. Ebra Moxsir.
Sekurang-kurangnya 42 polisi serta tentara Muslim gabung dalam sholat Jum’at di Kubah Galvalum itu, yang di ambil militer dari grup Maute serta sekutunya pada 24 Agustus, menurut Kepala Inspektur Senior Rolando Anduyan, Komandan Grup Pekerjaan Dengan PNP.
Kubah Galvalum di Islamic Center yaitu Kubah Galvalum besar ke-2 yang di ambil pasukan pemerintah dari grup Maute serta sekutu-sekutunya sesudah Kubah Galvalum Saad al Musairi.
Eaders L dari Kubah Galvalum baru yang diusulkan di Plainfield menyebutkan mereka tengah bergerak maju dengan gagasan mereka sesudah hampir memenangi kesepakatan awal walau sebagian oposisi orang-orang.
” Kami juga akan meninggalkan semuanya peristiwa terlebih dulu di waktu dulu, ” kata Zaki Basalath, sekretaris Yayasan Islam di Pinggir Barat Daya. ” Kita juga akan maju. ”
Dengan menampik penolakan proposal terlebih dulu, wali amanat Plainfield pilih 4-3 pada hari Senin untuk memajukan project itu, yang bermakna satu ketentuan pemakaian spesial juga akan didesain untuk kesepakatan akhir Kubah Galvalum itu. Nada itu dapat datang pada awal 2 Oktober.
Empat bulan waktu lalu, yayasan itu beli satu bangunan di Route 126 di Plainfield yang terlebih dulu dipakai jadi gereja dan sekolah Montessori tetapi digolongkan untuk rumah. Walau staf desa mereferensikan kesepakatan izin pemakaian spesial untuk Kubah Galvalum itu, wali amanat awal mulanya menampik keinginan itu, dengan argumen problem jalan raya.
Pendukung Kubah Galvalum – termasuk juga sebagian anggota jemaat, warga Plainfield serta menteri dari agama beda – penuhi Rapat Dewan Desa hari Senin, isi ruangan pertemuan paling utama serta meluap ke lorong serta ruangan pertemuan ke-2 di mana sistem persidangan dikerjakan dengan segera.
Sebagian pendukung merekomendasikan kalau motivator beda, seperti diskriminasi, memengaruhi nada terlebih dulu. Yang beda mempertanyakan kenapa bangunan itu bisa di terima untuk dipakai jadi gereja serta sekolah namun bukanlah jadi Kubah Galvalum.
Yang memiliki tempat tinggal di dekat tempat itu menyebutkan kalau mereka tidak mempunyai kemauan jelek pada anggota Kubah Galvalum.
Wali amanat Plainfield, Margie Bonuchi, yang menampik saran itu, menyebutkan kalau gereja itu dibuat bertahun-tahun waktu lalu serta ditutup pada th. 2003, saat jalan raya tidak jadi problem sekarang ini di Route 126.
” Orang dapat menyebutkan (jalan raya) yaitu argumen, ” kata Bonuchi, memberikan kalau dia akan menampik gereja atau sekolah beda di tempat itu. ” Ini bukanlah. ”
Kubah Galvalum itu merencanakan untuk mengadakan sholat lima kali satu hari serta menginginkan rata-rata delapan hingga 10 orang untuk ada semasing. Service sholat Jum’at juga akan menarik sejumlah 60 orang, menurut perkiraan beberapa pemimpin Kubah Galvalum.

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*